Artikel Utama:

  • Natal YESUS dan Maulid Muhammad: Mana Yang Harus Dirayakan?

    Muslim terus memaksakan status dan dampak kenabian Nabinya untuk tidak boleh kalah pamor terhadap siapapun, termasuk Yesus (!) yang walau sudah ditetapkan dalam Quran sendiri sebagai sosok paling terkemuka di dunia dan di alam akhirat (QS.3:45). Akan tetapi adakah satu kasus kelahiran Muhammad, dari “darah-Arab” ini yang kemuliaannya lebih superior terhadap Yesus dari “darah Yahudi”, sejak dimulai dari pohon keturunan Abraham? Perhatikanlah perbandingan asal-usul keduanya.
  • Adakah Maulud Muhammad Semulia Natal Yesus Almasih?

    Muslim mencari-cari alasan religius yang murni bagi Maulid Nabi. Namun tidak akan tercari kecuali bikinan-bikinan semu belaka. Soalnya Muhammad sendiri dilahirkan dalam kesenyapan, kehampaan kekhususan dan tanda kenabian, tanpa tanda kuasa ataupun mukjizat supernatural. Tak ada gejala, sambutan dan kunjungan malaikat. Tak ada pengumuman apapun dari surga.
  • Abraham di Arab - Kata Siapa?

    Abraham jelas merupakan tokoh utama baik di dalam Yudaisme maupun kekristenan. Oleh karena itu orang Kristen dan orang Yahudi sangat berhati-hati dalam merekonstruksi gambaran hidup dan pergerakannya. Semua refleksi ini terentang lebih dari satu milenium dan menempatkan kegiatan-kegiatan Abraham terutama di Mesopotamia dan Kanaan (secara kasar wilayah Israel dan Palestina modern). Pada titik ini, dengan hanya sekilas melihat peta, akan memberi kita petunjuk yang jelas. Lokasi Mekkah adalah ratusan mil jauhnya dari tempat Abraham beroperasi. Bukti apakah yang dapat menyerongkan lokasi tersebut ke ke tengah-tengah padang gersang? Sama sekali tidak ada, kecuali klaim berdasar iman yang berusia hampir dua milenia setelah hidup Abraham bahwa yang disebut sebagai ‘Bapa orang beriman’ itu memberkati jazirah Arab dengan kehadirannya. Selain dari klaim ini, ada kebisuan pekat dalam semua sumber mengenai anggapan perjalanan Abraham di padang gurun.
  • 5 Bukti Muhammad adalah NABI PALSU

    Muslim percaya Muhammad adalah nabi terakhir dan percaya wahyu yang diterimanya berasal dari Allah. Seharusnya sebagai nabi Allah yang terakhir, dia diharapkan untuk memiliki standar dan kualitas seperti nabi sebelumnya bahkan lebih tinggi. Tapi kenyataan bertolak belakang dengan pengharapan, Muhammad malah memperlihatkan kualitas sebagai nabi palsu.
  • Nabi Muhammad vs Anjing - Mana Yang Lebih Mulia?

    Anjing, sebagai salah satu binatang cerdas, adalah satu satunya binatang yang bisa memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan manusia. Di Jepang, ada patung anjing sebagai pengingat tentang kesetiaan dan hubungan yang timbal balik yang melibatkan emosi yang dalam antara anjing dan manusia, yang tentunya dilakukan secara sadar atas hubungan timbal balik sebagai aspek moral. Bonobo, berdasarkan penelitian yang dilakukan Frans de Waal, ahli primata ternama dunia, biolog di Emory University dan Direktur Living Links Center di Yerkes Primate Center di Atlanta, dalam bukunya, The Bonobo and the Atheist, memiliki rasa bersalah selama berpuluh tahun setelah menggigit jari tangan dokter hewan yang merawatnya, memperlihatkan aspek moralitas rasa empati yang timbul dari kesadarannya.
  • Apa Yang Tidak Diketahui Muhammad Kini Menjadi Masalah Bagi Muslim

    Muhammad Cuma tahu dari dengar-dengaran kisah ala “1001 malam Arab” (yang sudah beredar luas sebelum Muhammad) tentang keajaiban seorang Yesus yang lahir lewat seorang perawan, dikandung dari hembusan Roh dan Kalimat Allah kedalam rahim perawan Maryam. Disinilah Muhammad berontak, sebab tak masuk keakalnya bahwa Allah bisa beranak hasil kawin-mawin dengan seorang istri yang bernama Maryam (QS.6:101, 5:116 dan HR.Bukhari). Muhammad memutar otaknya: Allah maha suci dan Maryam suci, lalu siapa itu yang ngarang-ngarang hujatan seolah Yesus/Isa terlahir dari hubungan bejad keduanya? Sejak itulah Muhammad jadi tersesat oleh olahan pikirannya sendiri, lalu berteori sendiri atas nama wahyu bahwa Isa itu tercipta sebagaiman Adam telah tercipta.
  • Islam Itu Bidat atau Agama?

    Kebenaran tidak dapat ditentukan oleh konsensus suara mayoritas. Faktanya, banyak argumen terbukti salah, walau semua orang di dunia ini pernah menerimanya sebagai sebuah kebenaran. Sebagai contoh, beberapa abad yang lalu semua orang percaya bahwa bumi ini datar dan merupakan pusat alam semesta. Walaupun ada keyakinan umum tersebut, baik keyakinan bumi sebagai pusat alam semesta (geosentrisitas) dan ide bahwa bumi ini datar adalah keliru. Keyakinan yang salah tidak dapat menjadi benar sekalipun semua orang menganggapnya benar.